Selasa, 05 Januari 2016

LENSA POSITIF


Laporan praktikum
Top of Form

Bottom of Form
november  11, 2015

FISIKA DASAR
MENENTUKAN FOKUS LENSA





oleh
                                Nama                  :ANDRI      (D1021151075)
                               Kelompok          :v(lima)
                               Jurusan               : ELEKTRO
                              Tanggal                : 11 November 2015
                              Asisten                 :FERDIANA A.A

LABORATORIUM FISIKA DASAR
JURUSAN ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TANJUNG PURA
2015
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Lensa adalah benda bening yang tembus cahaya dengan bentuk permukaannnya merupakan garis sferis. Garis hubung antara pusat lengkungan kedua permukaan disebut sumbu utama. Bayangan yang dibuat oleh permukaan pertama merupakan benda untuk permukaan kedua. Permukaan kedua akan membuat bayangan akhir. Lensa dibedakan menjadi dua macam, lensa tebal dan lensa tipis.
Lensa dipelajari karena sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Lensa dapat membantu kita beraktifitas maupun dengan pekerjaan yang terutama berhubunngan dengan optik. Contoh sederhana dan mudah dari aplikasi lensa ialah pada kaca mata. Selain kaca mata, alat optik lain yang tak luput dari penerapan lensa yaitu mikroskop, teropong, lup, dan banyak lagi yang lain.
Pada percobaan menggunakan lensa kali ini, diantara benda dan layar ditempatkan sebuah lensa cembung. Bila benda tersebut digeser-geserkan sepanjang garis pisah benda dengan layar, maka akan terdapat dua kedudukan lensa yang memberikan bayangan yang jelas pada layar. Bayangan yang satu diperbesar, sedangkan yang lain diperkecil. Pada lensa cembung, layar digeser-geser sehingga didapatkan bayangan dari benda setelah melewati lensa cembung. Bila kemudian ditempatkan sebuah lensa cekung diantara lensa cembung dan layar, maka bayangan lensa cembung akan menjadi benda lagi bagi lensa cekung. Bayangan oleh lensa cekung dapat ditangkap lagi pada layar dengan menggeser-geser keduduka layar tersebut.




1.2  Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah praktikum menentukan fokus lensa ini adalah:
1.    Bagaimana pengaruh jarak posisi benda terhadap bentuk bayangan yang terjadi?
2.    Bagaimana pengaruh jarak antara lensa dan layar dengan hasil bayangan yang terjadi?
3.    Bagaimana pengaruh jarak antara lensa cembung dan lensa cekung terhadap hasil bayangan yang terjadi?

1.3  Tujuan
Adapun tujuan praktikum menentukan fokus lensa ini adalah:
1.    Mahasiswa mengetahui pengaruh jarak posisi benda terhadap bentuk bayangan yang terjadi.
2.    Mahasiswa mengetahui pengaruh jarak antara lensa dan layar dengan hasil bayangan yang terjadi.
3.    Mahasiswa mengetahui pengaruh jarak antara lensa cembung dan lensa cekung terhadap hasil bayangan yang terjadi.

1.4  Manfaat
Adapun manfaat praktikum menentukan fokus lensa ini dalam kehidupan sehari-hari yakni dalam pembuatan alat optik. Alat optik yang sering digunakan disekitar seperti kaca mata, mikroskop, lup, maupun teropong merupakan aplikasi dari penerapan lensa. Tanpa adanya komponen lensa, alat-alat optic tersebut tidak akan berfungsi sebagaimana semestinya.






BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
Lensa adalah medium transparan yang dibatasi oleh dua permukaan bias paling sedikit satu diantaranya lengkung sehingga terjadi dua kali pembiasan sebelum keluar dari lensa. Garis hubung antara pusat lengkungan kedua permukaan disebut sumbu utama. Bayangan yang dibuat oleh permukaan pertama merupakan benda untuk permukaan kedua. Permukaan kedua akan membuat bayangan akhir (Sarojo,2011).
Terdapat dus jenis lensa, yaitu lensa cembung dan lensa cekung. Pada lensa cembung (lensa positif) sinar dapat mengumpul (kovergen) dan pada lensa cekung (lensa negatif) sinar dapat menyebar (divergen). Pada lensa terdapat sinar-sinar istimewa. Tentunya, sinar-sinar istimewa pada lensa cembung berbeda dengan lensa cekung (Purwoko,2007).


Gambar 2.1 Sinar-sinar istimewa pada lensa cembung
(Sunaryono,2010).

Gambar 2.2 Sinar-sinar istimewa pada lensa cekung
(Sunaryono,2010).
Gambar 2.3 Pembentukan bayangan pada lensa cembung
(Sunaryono,2010).
Lensa dapat membentuk bayangan yang diperkecil atau diperbesar, sehingga lensa banyak digunakan dalam alat-alat optik seperti kaca mata, mikroskop,lup, kamera dan teropong. Kaca mata digunakan untuk membantu penglihatan bagi penderita miopi, hipermetropi, presbiopi dan astigmatisme. Mikroskop digunakan untuk melihat benda yang ukurannya sangat kecil. Lup atau sering disebut kaca pembesar digunakan untuk melihat benda kecil sehingga terlihat lebih besar. Kamera digunakan untuk mengambil gambar dengan menggunakan fokus lensa. Teropong digunakan untuk melihat benda jauh agar tampak dekat (Purwoko, 2007).
Kaitan praktikum menetukan fokus lensa ini terhadap program studi Kimia yaitu pada saat di laboratorium. Menentukan fokus lensa dapat berguna saat menggunakan mikroskop atau alat pembesar lainnya. Alat pembesar ini, terutama mikroskop dapat digunakan untuk mengamati molekul-molekul suatu zat agar dapat terlihat.

BAB 3. METODE PERCOBAAN
3.1  Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan praktikum menentukan fokus lensa ini adalah:
1.    Sumber cahaya dan perlengkapannya 1 set: untuk memantulkan cahaya.
2.    Lensa cembung, lensa cekung dan cermin cekung: sebagai media pantulan sinar dan obyek perlakuan.
3.    Layar: sebagai penampil hasil bayangan.
4.    Mistar: sebagai pengukur jarak.

3.2  Design
Adapun design praktikum menentukan fokus lensa ini adalah:



Gambar 3.2.1 Rangkian percobaan
(Purwandari,2013).
3.3  Langkah Kerja
Adapun langkah kerja praktikum menentukan fokus lensa ini adalah:
3.3.1        Menetukan jarak fokus lensa cembung (bikonvek) dengan metode:
3.2.1.1        Pergeseran objek / benda sedangakan lensa cembung tetap
1.    Lensa fokus pertama (F) atau fokus lensa kedua (F’) ditentukan terlebih dahulu. Ditanyakan pada asisten.
2.    Benda diletakkan pada jarak antara F dengan lensa. Dicatat jaraknya.
3.    Bentuk bayangan yang terjadi pada posisi 2 didapatkan dan dicatat jaraknya diukur dari lensa.
4.    Point 2 dan 3 diulangi sebanyak 3 kali.
5.    Benda diletakkan diantara F dan 2 kali F dan dicatat jaraknya dari lensa.
6.    Bentuk bayangan pada point 5 didapatkan dan dicatat jaraknya dari lensa.
7.    Point 5 dan 6 diulangi sebanyak 3 kali.
8.    Benda diletakkan pada jarak yang lebih jauh dari 2 kali F dan dicatat jaraknya dari lensa.
9.    Bentuk bayangan yang terjadi pada point 8 didapatkan dan dicatat jaraknya diukur dari lensa.
10. Point 8 dan 9 diulangi sebanyak 3 kali.

3.3.1.2   Pergeseran lensa cembung sedangkan objek / benda tetap
1. Peralatan disusun dilandasan optis yang telah disediakan. Tentang kedudukan benda dan layar ditanyakan pada asisten. Kemudian dicatat kedudukan benda dan layar (L).
2. Benda digeser sepanjang landasan optis, sehingga diperoleh bayangan yang jelas (nyata, terbalik dan diperbesar) di layar. Posisi pertama tersebut dicatat (H2), diulangi 3 kali pengukuran.
3. Lensa digeser kembali, sehingga diperoleh bayangan yang jelas (nyata, terbalik dan diperkecil), posisi kedua dicatat (H1), diulangi 3 kali pengukuran.
4. Didapatkan nilai H yaitu: H = H1 – H2

3.3.2  Menentukan jarak fokus lensa cekung
1.    Peralatan disusun dilandasan optis yang telah disediakan, didapatkan bayangan yang jelas pada layar, jarak antara lensa cembung dan layar dicatat (V1).
2.    Sebuah lensa cekung diletakkan diantara lensa cembung dan layar.
3.    Layar digeser hingga diperoleh bayangan yang jelas. Jarak antara lensa dan layar dicatat (V2) dan jarak antara lensa cembung dan lensa cekung (d).

3.4  Analisis Data
§  Mencari jarak fokus lensa cembung (fp) dengan persamaan:

§  Menentukan jarak fokus lensa cekung (fn) dengan persamaan:
=
§  Ralat
Lensa cekung
I = x 100%                               Δf=
K = 100% – I
AP = 1- log
Lensa cembung

I = x 100%                               Δf=
K = 100% – I
AP = 1- log




















BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1     Hasil
4.1.1        Menentukan jarak fokus lensa cembung (bikonvek)
4.1.1.1  Pergeseran objek / benda sedangkan lensa cembung tetap
4.1.1.1.1  Benda pada jarak antara F dengan lensa
No
F
F’
S
S’
fp
fp±Î” fp
I
K
AP
10
10
20
20
10
10±0 cm
0%
100%
4
10
10
20
20
10
10±0 cm
0%
100%
4
10
10
20
20
10
10±0 cm
0%
100%
4
F=10
F =10
S=20
S’=20
fp=10
Hasil bayangan: Nyata, terbalik, diperkecil.

4.1.1.1.2  Benda pada jarak antara F
No
F
F’
S
S’
fp
fp±Î” fp
I
K
AP
5
10
10
20
6,67
6,67±0 cm
0%
100%
4
5
10
10
20
6,67
6,67±0 cm
0%
100%
4
5
10
10
20
6,67
6,67±0 cm
0%
100%
4
F=5
F =10
S=10
S’=20
fp=6,67
Hasil bayangan: Nyata, terbalik, diperbesar.






4.1.1.1.3  Benda pada jarak 2F

No
F
F’
S
S’
fp
fp±Î” fp
I
K
AP
10
10
20
20
10
10±0 cm
0%
100%
4
10
10
20
20
10
10±0 cm
0%
100%
4
10
10
20
20
10
10±0 cm
0%
100%
4
F=10
F =10
S=20
S’=20
fp=10
Hasil bayangan: Nyata, terbalik, diperbesar.

4.1.1.1.4  Benda pada jarak jauh dari 2F
No
F
F’
S
S’
fp
fp±Î” fp
I
K
AP
30
10
60
20
15
15±0 cm
0%
100%
4
30
10
60
20
15
15±0 cm
0%
100%
4
30
10
60
20
15
15±0 cm
0%
100%
4
F=30
F =10
S=60
S’=20
fp=15
Hasil bayangan: Nyata, terbalik, diperbesar.

4.1.1.2  Pergeseran lensa cembung sedangkan objek / benda tetap
No
L
H1
H2
H
fp
fp±Î” fp
I
K
AP
50
38
12
26
9,12
9,12±0,26cm
2,85%
97,15%
3
50
37,5
13
24,5
9,5
9,50±0,26 cm
2,74%
97,26%
3
50
38
14
24
9,62
9,62±0,26 cm
2,7%
97,3%
3
L=50
H1=37,83
S=13
S’=24,83
fp=9,4

4.1.2        Menentukan jarak fokus lensa cekung (bikonkav)
No
V1
V2
D
IfnI
fn±Î” fn
I
K
AP
37
19,5
18,5
357
357±215cm
60,2%
39,8%
1
36
18
18,5
633
633±215
17,7%
82,3%
1
35
16,5
18,5
-±215
-%
V1=36
V2=37,83
d=18,5
S’=330
Hasil bayangan: Nyata, terbalik, diperbesar.

4.2  Pembahasan
Percobaan kali ini yaitu menentukan fokus lensa pada lensa cembung dan lensa cekung. Pada percobaan ini dilakukan beda perlakuan mengenai jarak benda terhadap lensa. Dengan perlakuan tersebut maka akan didapatkan hasil bayangan yang berbeda pada tiap perlakuan. Pada percobaan menggunakan lensa cembung, saat benda diletakkan antara F dengan lensa hasil bayangan yang terbentuk ialah nyata, terbalik, diperkecil. Saat benda pada jarak antara T, hasil bayangan yang terbentuk menjadi nyata, terbalik, diperbesar. Begitupun hasil yang diperoleh pada saat jarak benda dibuat 2 kali F. Namun, saat posisi benda diletakkan lebih jauh dari 2 kali F, hasil bayangan yang terbentuk menjadi maya,terbalik,diperbesar, karena hasil bayangannya tidak terlihat pada layar.
Pada pecobaan menggunakan lensa cekung, perlakuan yang dilakukan ialah dengan merubah posisi layar pada landasan statis. Semakin jauh jarak antara lensa cembung dan layar, jarak fokus lensa semakin kecil. Hasil ini sebanding dengan semakin jauhnya jarak antara lensa cekung dan layar. Hasil bayangan yang diperoleh pada percobaan tersebut yaitu nyata, terbalik dan diperbesar. Sehingga diperoleh bahwa nilai jarak antara lensa cembung dan layar sejajar dengan nilai jarak lensa cekung terhadap layar. Namun, nilai tersebut berkebalikan dengan nilai fokus lensa cekung yang semakin kecil. Bahkan jika nilai jarak lensa dan layar semakin kecil dan diperkecil lagi, jarak fokus lensa dapat tak terhingga. Sehingga hasil bayangan yang diperoleh pun tidak dapat diketahui dan menjadi maya. 
BAB 5. PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan praktikum menentukan fokus lensa ini adalah:
1.    Semakin jauh jarak lensa terhadap lensa, maka hasil bayangan yang terbentuk akan semakin besar (nyata, terbalik, diperbesar), namun jika teralu jauh hasil bayangannya menjadi maya.
2.    Semakin jauh jarak antara lensa dan layar, maka hasil bayangannya akan semakin besar, namun gambar bayangan akan semakin pudar.
3.    Jarak antara lensa cekung dan lensa cembung pada percobaan bayangan lensa cekung yaitu semakin jauh jaraak benda maka hasil bayangan yang terbentuk akan semakin kecil, disini lensa cekung berperan sebagai benda bagi lensa cekung.

5.2 Saran
Sebaiknya pada saat praktikum praktikan harus memahami dan mengusai materi yang akan diujikan serta langkah kerja yang akan dilakukan, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pengamatan atau praktikum.
DAFTAR PUSTAKA
Puwandari.2013.Petunjuk Praktikum Fisika Dasar. Jember: Universitas Jember.
Purwoko.2007.Fisika.Jakarta:Ghalia Indonesia.
Sarojo,G.2011.Gelombang dan Optika.Jakarta:Salemba Teknika.
Sunaryono.2010.Super Tips dan Trik Fisika.Jakarta:Wahyumedia.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar