Laporan praktikum
november 11, 2015
FISIKA DASAR
MENENTUKAN FOKUS LENSA
oleh
Nama
:ANDRI
(D1021151075)
Kelompok :v(lima)
Jurusan
: ELEKTRO
Tanggal : 11 November
2015
Asisten :FERDIANA A.A
LABORATORIUM FISIKA DASAR
JURUSAN ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TANJUNG PURA
2015
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Lensa adalah benda bening yang tembus cahaya dengan bentuk permukaannnya
merupakan garis sferis. Garis hubung antara pusat lengkungan kedua permukaan
disebut sumbu utama. Bayangan yang dibuat oleh permukaan pertama merupakan
benda untuk permukaan kedua. Permukaan kedua akan membuat bayangan akhir. Lensa
dibedakan menjadi dua macam, lensa tebal dan lensa tipis.
Lensa dipelajari karena sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Lensa
dapat membantu kita beraktifitas maupun dengan pekerjaan yang terutama
berhubunngan dengan optik. Contoh sederhana dan mudah dari aplikasi lensa ialah
pada kaca mata. Selain kaca mata, alat optik lain yang tak luput dari penerapan
lensa yaitu mikroskop, teropong, lup, dan banyak lagi yang lain.
Pada percobaan menggunakan lensa kali ini, diantara benda dan layar
ditempatkan sebuah lensa cembung. Bila benda tersebut digeser-geserkan
sepanjang garis pisah benda dengan layar, maka akan terdapat dua kedudukan
lensa yang memberikan bayangan yang jelas pada layar. Bayangan yang satu
diperbesar, sedangkan yang lain diperkecil. Pada lensa cembung, layar
digeser-geser sehingga didapatkan bayangan dari benda setelah melewati lensa
cembung. Bila kemudian ditempatkan sebuah lensa cekung diantara lensa cembung
dan layar, maka bayangan lensa cembung akan menjadi benda lagi bagi lensa
cekung. Bayangan oleh lensa cekung dapat ditangkap lagi pada layar dengan menggeser-geser
keduduka layar tersebut.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah praktikum menentukan fokus lensa ini adalah:
1. Bagaimana pengaruh
jarak posisi benda terhadap bentuk bayangan yang terjadi?
2. Bagaimana pengaruh
jarak antara lensa dan layar dengan hasil bayangan yang terjadi?
3. Bagaimana pengaruh
jarak antara lensa cembung dan lensa cekung terhadap hasil bayangan yang
terjadi?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan praktikum menentukan fokus lensa ini adalah:
1. Mahasiswa mengetahui
pengaruh jarak posisi benda terhadap bentuk bayangan yang terjadi.
2. Mahasiswa mengetahui
pengaruh jarak antara lensa dan layar dengan hasil bayangan yang terjadi.
3. Mahasiswa mengetahui
pengaruh jarak antara lensa cembung dan lensa cekung terhadap hasil bayangan
yang terjadi.
1.4 Manfaat
Adapun manfaat praktikum menentukan fokus lensa ini dalam kehidupan
sehari-hari yakni dalam pembuatan alat optik. Alat optik yang sering digunakan
disekitar seperti kaca mata, mikroskop, lup, maupun teropong merupakan aplikasi
dari penerapan lensa. Tanpa adanya komponen lensa, alat-alat optic tersebut
tidak akan berfungsi sebagaimana semestinya.
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
Lensa adalah medium transparan yang dibatasi oleh dua permukaan bias paling
sedikit satu diantaranya lengkung sehingga terjadi dua kali pembiasan sebelum
keluar dari lensa. Garis hubung antara pusat lengkungan kedua permukaan disebut
sumbu utama. Bayangan yang dibuat oleh permukaan pertama merupakan benda untuk
permukaan kedua. Permukaan kedua akan membuat bayangan akhir (Sarojo,2011).
Terdapat dus jenis lensa, yaitu lensa cembung dan lensa cekung. Pada lensa
cembung (lensa positif) sinar dapat mengumpul (kovergen) dan pada lensa cekung
(lensa negatif) sinar dapat menyebar (divergen). Pada lensa terdapat sinar-sinar
istimewa. Tentunya, sinar-sinar istimewa pada lensa cembung berbeda dengan
lensa cekung (Purwoko,2007).
Gambar 2.1 Sinar-sinar istimewa pada lensa cembung
(Sunaryono,2010).
Gambar 2.2 Sinar-sinar istimewa pada lensa cekung
(Sunaryono,2010).
Gambar 2.3 Pembentukan bayangan pada lensa cembung
(Sunaryono,2010).
Lensa dapat membentuk bayangan yang diperkecil atau diperbesar, sehingga
lensa banyak digunakan dalam alat-alat optik seperti kaca mata, mikroskop,lup,
kamera dan teropong. Kaca mata digunakan untuk membantu penglihatan bagi
penderita miopi, hipermetropi, presbiopi dan astigmatisme. Mikroskop digunakan
untuk melihat benda yang ukurannya sangat kecil. Lup atau sering disebut kaca
pembesar digunakan untuk melihat benda kecil sehingga terlihat lebih besar.
Kamera digunakan untuk mengambil gambar dengan menggunakan fokus lensa.
Teropong digunakan untuk melihat benda jauh agar tampak dekat (Purwoko, 2007).
Kaitan praktikum menetukan fokus lensa ini terhadap program studi Kimia
yaitu pada saat di laboratorium. Menentukan fokus lensa dapat berguna saat
menggunakan mikroskop atau alat pembesar lainnya. Alat pembesar ini, terutama
mikroskop dapat digunakan untuk mengamati molekul-molekul suatu zat agar dapat
terlihat.
BAB 3. METODE PERCOBAAN
3.1 Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan praktikum menentukan fokus lensa ini adalah:
1. Sumber cahaya dan
perlengkapannya 1 set: untuk memantulkan cahaya.
2. Lensa cembung, lensa
cekung dan cermin cekung: sebagai media pantulan sinar dan obyek perlakuan.
3. Layar: sebagai
penampil hasil bayangan.
4. Mistar: sebagai
pengukur jarak.
3.2 Design
Adapun design praktikum menentukan fokus lensa ini adalah:
Gambar 3.2.1 Rangkian percobaan
(Purwandari,2013).
3.3 Langkah Kerja
Adapun langkah kerja praktikum menentukan fokus lensa ini adalah:
3.3.1 Menetukan jarak fokus lensa
cembung (bikonvek) dengan metode:
3.2.1.1 Pergeseran objek / benda
sedangakan lensa cembung tetap
1. Lensa fokus pertama
(F) atau fokus lensa kedua (F’) ditentukan terlebih dahulu. Ditanyakan pada
asisten.
2. Benda diletakkan pada
jarak antara F dengan lensa. Dicatat jaraknya.
3. Bentuk bayangan yang
terjadi pada posisi 2 didapatkan dan dicatat jaraknya diukur dari lensa.
4. Point 2 dan 3 diulangi
sebanyak 3 kali.
5. Benda diletakkan
diantara F dan 2 kali F dan dicatat jaraknya dari lensa.
6. Bentuk bayangan pada
point 5 didapatkan dan dicatat jaraknya dari lensa.
7. Point 5 dan 6 diulangi
sebanyak 3 kali.
8. Benda diletakkan pada
jarak yang lebih jauh dari 2 kali F dan dicatat jaraknya dari lensa.
9. Bentuk bayangan yang
terjadi pada point 8 didapatkan dan dicatat jaraknya diukur dari lensa.
10. Point 8 dan 9 diulangi
sebanyak 3 kali.
3.3.1.2 Pergeseran lensa cembung sedangkan objek / benda tetap
1. Peralatan disusun dilandasan optis yang telah disediakan. Tentang
kedudukan benda dan layar ditanyakan pada asisten. Kemudian dicatat kedudukan
benda dan layar (L).
2. Benda digeser sepanjang landasan optis, sehingga diperoleh bayangan yang
jelas (nyata, terbalik dan diperbesar) di layar. Posisi pertama tersebut dicatat
(H2), diulangi 3 kali pengukuran.
3. Lensa digeser kembali, sehingga diperoleh bayangan yang jelas (nyata,
terbalik dan diperkecil), posisi kedua dicatat (H1), diulangi 3 kali
pengukuran.
4. Didapatkan nilai H yaitu: H = H1 – H2
3.3.2 Menentukan jarak fokus lensa cekung
1. Peralatan disusun
dilandasan optis yang telah disediakan, didapatkan bayangan yang jelas pada
layar, jarak antara lensa cembung dan layar dicatat (V1).
2. Sebuah lensa cekung
diletakkan diantara lensa cembung dan layar.
3. Layar digeser hingga
diperoleh bayangan yang jelas. Jarak antara lensa dan layar dicatat (V2) dan jarak antara
lensa cembung dan lensa cekung (d).
3.4 Analisis Data
§
Mencari jarak fokus lensa cembung (fp) dengan persamaan:
§
Menentukan jarak fokus lensa cekung (fn) dengan persamaan:
=
§
Ralat
Lensa cekung
I = x
100%
Δfn =
K = 100% – I
AP = 1- log
Lensa cembung
I = x
100%
Δfn =
K = 100% – I
AP = 1- log
BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
4.1.1 Menentukan jarak fokus
lensa cembung (bikonvek)
4.1.1.1 Pergeseran objek / benda sedangkan lensa cembung tetap
4.1.1.1.1 Benda pada jarak antara F dengan lensa
No
|
F
|
F’
|
S
|
S’
|
fp
|
fp±Î” fp
|
I
|
K
|
AP
|
10
|
10
|
20
|
20
|
10
|
10±0 cm
|
0%
|
100%
|
4
|
|
10
|
10
|
20
|
20
|
10
|
10±0 cm
|
0%
|
100%
|
4
|
|
10
|
10
|
20
|
20
|
10
|
10±0 cm
|
0%
|
100%
|
4
|
|
F=10
|
F =10
|
S=20
|
S’=20
|
fp=10
|
Hasil bayangan: Nyata, terbalik, diperkecil.
4.1.1.1.2 Benda pada jarak antara F
No
|
F
|
F’
|
S
|
S’
|
fp
|
fp±Î” fp
|
I
|
K
|
AP
|
5
|
10
|
10
|
20
|
6,67
|
6,67±0 cm
|
0%
|
100%
|
4
|
|
5
|
10
|
10
|
20
|
6,67
|
6,67±0 cm
|
0%
|
100%
|
4
|
|
5
|
10
|
10
|
20
|
6,67
|
6,67±0 cm
|
0%
|
100%
|
4
|
|
F=5
|
F =10
|
S=10
|
S’=20
|
fp=6,67
|
Hasil bayangan: Nyata, terbalik, diperbesar.
4.1.1.1.3 Benda pada jarak 2F
No
|
F
|
F’
|
S
|
S’
|
fp
|
fp±Î” fp
|
I
|
K
|
AP
|
10
|
10
|
20
|
20
|
10
|
10±0 cm
|
0%
|
100%
|
4
|
|
10
|
10
|
20
|
20
|
10
|
10±0 cm
|
0%
|
100%
|
4
|
|
10
|
10
|
20
|
20
|
10
|
10±0 cm
|
0%
|
100%
|
4
|
|
F=10
|
F =10
|
S=20
|
S’=20
|
fp=10
|
Hasil bayangan: Nyata, terbalik, diperbesar.
4.1.1.1.4 Benda pada jarak jauh dari 2F
No
|
F
|
F’
|
S
|
S’
|
fp
|
fp±Î” fp
|
I
|
K
|
AP
|
30
|
10
|
60
|
20
|
15
|
15±0 cm
|
0%
|
100%
|
4
|
|
30
|
10
|
60
|
20
|
15
|
15±0 cm
|
0%
|
100%
|
4
|
|
30
|
10
|
60
|
20
|
15
|
15±0 cm
|
0%
|
100%
|
4
|
|
F=30
|
F =10
|
S=60
|
S’=20
|
fp=15
|
Hasil bayangan: Nyata, terbalik, diperbesar.
4.1.1.2 Pergeseran lensa cembung sedangkan objek / benda tetap
No
|
L
|
H1
|
H2
|
H
|
fp
|
fp±Î” fp
|
I
|
K
|
AP
|
50
|
38
|
12
|
26
|
9,12
|
9,12±0,26cm
|
2,85%
|
97,15%
|
3
|
|
50
|
37,5
|
13
|
24,5
|
9,5
|
9,50±0,26
cm
|
2,74%
|
97,26%
|
3
|
|
50
|
38
|
14
|
24
|
9,62
|
9,62±0,26
cm
|
2,7%
|
97,3%
|
3
|
|
L=50
|
H1=37,83
|
S=13
|
S’=24,83
|
fp=9,4
|
4.1.2 Menentukan jarak fokus
lensa cekung (bikonkav)
No
|
V1
|
V2
|
D
|
IfnI
|
fn±Î” fn
|
I
|
K
|
AP
|
37
|
19,5
|
18,5
|
357
|
357±215cm
|
60,2%
|
39,8%
|
1
|
|
36
|
18
|
18,5
|
633
|
633±215
|
17,7%
|
82,3%
|
1
|
|
35
|
16,5
|
18,5
|
–
|
-±215
|
–
|
-%
|
–
|
|
V1=36
|
V2=37,83
|
d=18,5
|
S’=330
|
Hasil bayangan: Nyata, terbalik, diperbesar.
4.2 Pembahasan
Percobaan kali ini yaitu menentukan fokus lensa pada lensa cembung dan
lensa cekung. Pada percobaan ini dilakukan beda perlakuan mengenai jarak benda
terhadap lensa. Dengan perlakuan tersebut maka akan didapatkan hasil bayangan
yang berbeda pada tiap perlakuan. Pada percobaan menggunakan lensa cembung,
saat benda diletakkan antara F dengan lensa hasil bayangan yang terbentuk ialah
nyata, terbalik, diperkecil. Saat benda pada jarak antara T, hasil bayangan
yang terbentuk menjadi nyata, terbalik, diperbesar. Begitupun hasil yang
diperoleh pada saat jarak benda dibuat 2 kali F. Namun, saat posisi benda
diletakkan lebih jauh dari 2 kali F, hasil bayangan yang terbentuk menjadi
maya,terbalik,diperbesar, karena hasil bayangannya tidak terlihat pada layar.
Pada pecobaan menggunakan lensa cekung, perlakuan yang dilakukan ialah
dengan merubah posisi layar pada landasan statis. Semakin jauh jarak antara
lensa cembung dan layar, jarak fokus lensa semakin kecil. Hasil ini sebanding
dengan semakin jauhnya jarak antara lensa cekung dan layar. Hasil bayangan yang
diperoleh pada percobaan tersebut yaitu nyata, terbalik dan diperbesar.
Sehingga diperoleh bahwa nilai jarak antara lensa cembung dan layar sejajar
dengan nilai jarak lensa cekung terhadap layar. Namun, nilai tersebut
berkebalikan dengan nilai fokus lensa cekung yang semakin kecil. Bahkan jika
nilai jarak lensa dan layar semakin kecil dan diperkecil lagi, jarak fokus
lensa dapat tak terhingga. Sehingga hasil bayangan yang diperoleh pun tidak
dapat diketahui dan menjadi maya.
BAB 5. PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan praktikum menentukan fokus lensa ini adalah:
1. Semakin jauh jarak
lensa terhadap lensa, maka hasil bayangan yang terbentuk akan semakin besar
(nyata, terbalik, diperbesar), namun jika teralu jauh hasil bayangannya menjadi
maya.
2. Semakin jauh jarak
antara lensa dan layar, maka hasil bayangannya akan semakin besar, namun gambar
bayangan akan semakin pudar.
3. Jarak antara lensa
cekung dan lensa cembung pada percobaan bayangan lensa cekung yaitu semakin jauh
jaraak benda maka hasil bayangan yang terbentuk akan semakin kecil, disini
lensa cekung berperan sebagai benda bagi lensa cekung.
5.2 Saran
Sebaiknya pada saat praktikum praktikan harus memahami dan mengusai materi
yang akan diujikan serta langkah kerja yang akan dilakukan, sehingga tidak
terjadi kesalahan dalam pengamatan atau praktikum.
DAFTAR PUSTAKA
Puwandari.2013.Petunjuk Praktikum Fisika Dasar. Jember: Universitas
Jember.
Purwoko.2007.Fisika.Jakarta:Ghalia Indonesia.
Sarojo,G.2011.Gelombang dan Optika.Jakarta:Salemba Teknika.
Sunaryono.2010.Super Tips dan Trik Fisika.Jakarta:Wahyumedia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar